Rabu, 05 April 2017

10 Tips Terbaik Membeli Smartphone Android Second Berkualitas

ilustrasi smartphone android bekas

Smarphone android telah menjadi kebutuhan masyarakat sekarang ini.

Tidak hanya mereka yang bekerja dikantoran saja yang menggunakan smartphone android, tapi mahasiswa, pelajar,sampai ibu-ibu dipasar juga menggunakan android.

Setiap peluncuran produk smartphone android baru terutama merek merek terkenal seperti Samsung selalu menyedot banyak perhatian media masa sehingga menarik minat masyarakat untuk membeli meskipun terkadang harganya terlampau mahal.

Tetapi tidak semua orang punya uang lebih untuk membeli hape baru, sehingga pilihan yang paling pas adalah dengan membeli smartphone bekas.

Masalahnya

Membeli smarpthone android bekas lebih rumit dibandingkan membeli hape baru.

Kita dituntut lebih teliti dan mengerti bagian mana saja dari hape yang perlu kita periksa.

Tujuannya tidak lain supaya kita mendapatkan barang yang berkualitas, jangan sampai kita beli smartphone yang baru dua hari digunakan langsung rusak.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini mimin akan memberikan Tips Membeli Smartphone Android Bekas.

Tapi bukan sembarang BEKAS, HARUS BERKUALITAS

Dalam panduan ini, akan saya jelaskan bagian Hape mana saja yang harus anda perhatikan kondisinya.

Agar Apa..?

Supaya tidak rugi dan awet digunkan bertahun tahun...

Oke langsung saja kepenjelasannya..cekidot.

1. Cek Harga Pasaran

Sebelum anda membeli smartphone bekas, langkah pertama yang harus anda lakukan adalah mengecek harga pasaran merk dan tipe smartphone yang menjadi incaran anda.

Memang sih tidak ada patokan harga yang pasti untuk barang second.

Tetapi dengan mengetahui harga pasaran, anda sudah bisa mengira-ngira berapa dana yang harus disiapkan.

Untuk mencari dan mengetahui harga pasaran hape second, mimin biasanya dapat informasi di forum jual beli facebook area tempat tinggal mimin.

Darisana mimin bisa mendapat gambaran berapa harga yang pantas untuk smartphone yang mimin inginkan, sekaligus mengetahui kontak penjual yang bisa dihubungi apabila ada barang yang mimin minati.

Mengapat tidak beli Smartphone Android bekas secara online min...?

Mimin tidak berani mengambil resiko beli barang second secara online, karena susah nanti kalau barang yang dibeli ternyata kualitasnya jelek, komplainnya kemana cobak.

2. Periksa Kondisi fisik (Body)

Sudah ketemu barang incaran beserta harga pasaran, selanjutnya adalah anda membuat janji untuk bertransaksi.

Yang pertama kali mimin periksa adalah tampilan fisik (body) smartphone.

Karena dengan melihat kondisi fisiknya saja kita bisa tahu bagaimana si pemilik sebelumnya memperlakukan hapenya.

Kalau kondisi hape yang ditawarkan memiliki banyak lecet dimana mana sebaiknya urungkan niat anda untuk membelinya.

Atau jadikan alasan anda untuk menurunkan harga apabila anda sudah terlanjur kebelet ingin memiliki smartphone tersebut.

Mimin sih biasanya mencari hape yang pemilik sebelumnya cewek.

Karena menurut mimin cewek biasanya lebih rajin merawat barang-barangnya (Smartphone maksud mimin).

3. Tanyakan dan Periksa kelengkapan

Tahap selanjutnya sebelum memutuskan deal adalah menanyakan kelengkapan hape seperti Charger Asli dan Headset.

Bila perlu sampai kotak-kotanya sekalian.

Kalau ternyata nih, smartphone yang mau dijual chargernya sudah KW, sebaiknya urungkan saja atau seperti tadi jadikan alasan untuk menurunkan harga.

4. Cek Sistem dan Pastikan Menggunakan Stock ROM

Selanjutnya coba hidupkan hape android yang ditawarkan, apakah tidak mengalami masalah saat booting.

Yang tidak kalah penting pastikan sistem operasi yang digunakan masih Standard bukan OS Custom seperti Cyanogen, Leneage OS dll.

Mengapa..?

Karena smartphone yang menjalankan sistem operasi Custom biasanya pemilik sebelumnya  itu seorang Opreker Android yang suka gonta ganti ROM seperti Mimin.

Yang namanya ngoprek android kalau sudah jadi hoby itu seperti candu (Cieee).

Setiap ada Custom ROM baru pasti ingin mencoba.

Mimin malah pernah dalam satu minggu Flash Smarphone android sampai 3 kali...sekali lagi....tiga kali.

Smartphone yang sering diflash akan mengalami kerusakan pada bagian EEMC.

EEMC ini adalah bagian penyimpanan  sistem yang jika rusak sulit untuk diperbaiki.

Biasanya harus diganti.

Oleh karena sebaiknya abaikan saja smartphone yang menggunakan custom ROOM.

5. Periksa LCD

Bagian smartphone yang perlu dicek selanjutnya adalah LCD (layar).

Pada saat kondisi mati kita tidak bisa memastikan bagaimana kondisi layar, untuk itu hape wajib dihidupkan.

Seandainya setelah dihidupkan layar memiliki bintik hitam yang tidak bisa dibersihkan, sebaiknya urungkan saja niat anda untuk membeli hape tersebut.

Bintik hitam pada layar (baik kecil apalagi besar ) menandakankan kerusakan pada LCD smartphone yang disebakan oleh benturan.

Kalau untuk urusan ini sebaiknya diabaikan saja barangnya, karena biaya ganti LCD  lumayan mahal.

6. Test Kamera

Yang penting untuk anda periksa selanjutnya adalah bagian kamera, baik itu depan dan belakang.

Pastikan kamera depan dan belakang masih berfungsi dan tidak lecet pada bagian lensa.

Lecet pada bagian lensa menyebakan gambar hasil jepretan menjadi buram.

7. Test Mic dan Speaker

Mic pada smartphone berfungsi agar lawan bicara kita mendengar kata yang kita ucapkan,sedangkan speaker berfungsi untuk mengeluarkan suara dari lawan bicara.

Lakukan test panggilan agar anda tidak membeli smartphobne TULI atau BISU.

Tuli artinya anda tidak mendengar suara lawan bicara.

Bisu artinya alawan bicara tidak mendegar suara anda.


8. Cek Fungsi Tombol

Pergantian LCD pada smartphone android biasanya membawa satu masalah yaitu tombol Home dan Back (Recent Apps) menjadi kurang sensitif.

Ini disebabkan oleh pergantian LCD menggunakan sparepart dengan kualitas rendah, atau kerusakan lain yang lebih parah.

Smartphone android dengan kondisi ini wajib anda abaikan karena hanya akan menyusahkan anda saja kelak

9. Test dayan tahan baterai

Jalankan test pengisian daya dengan Charger smartphone dan pastikan pula daya baterai terisi dengan normal.

Apabila daya tidak terisi (tidak mau dicharge) kemungkinan terjadi kerusakan pada Portnya.

Pengalaman mimin harga perbaikan Port untuk charger tidak terlalu mahal

Tapi kondisi itu tidak harus anda jadikan alasan untuk menerima smartphone dengan kondisi yang demikian.

Cek juga penggunaan daya baterai dalam waktu setidaknya15 menit.

Apabila daya yang terpakai terlihat tidak normal, patut anda tanyakan kepada penjual.

10. Garansi

Yang terahir adalah pastikan ada garansi dari pihak penjual bahwa smartphone android yang anda beli tidak akan rusak dalam waktu dekat (tentunya dengan penggunaan normal).

Masa berlaku garansi smartphone bekas tidak bisa disamakan dengan barang baru yang garansinya sampai setahun.

1 minggu penggunaan sudah cukup membuktikan kalau hape yang anda beli dalam kondisi yang bagus.

Akan lebih baik lagi, jika smartphone yang akan anda beli umurnya belum setahun sehingga masa berlaku garansi toko masih ada.

Seandainya suatu saat ada kerusakan pada hape, anda masih bisa melakukan perbaikan secara gratis diservice resmi.

Penutup
Sebagai penutup mimin hanya ingin menambahkan jika dalam membeli smartphone android bekas tidak boleh buru-buru.

Lakukan test seperti yang telah mimin jelaskan dan jangan pernah malu untuk bertanya kepada penjual.

Saran mimin, kalau anda masih tidak percaya diri untuk membeli smartphone android bekas sendiri setelah membaca tips ini, sebaiknya ajak teman atau kerabat yang lebih mengerti seluk beluk android, agar anda tidak terhindar dari rayuan pedagang nakal.


Sumber : http://banggras.blogspot.co.id/
Read More

Minggu, 02 April 2017

Cara Aman dan Ampuh Hapus Bloatware Android Secara Permanen


cara hapus bloatware android

Kali ini mimin akan share tutorial tentang cara menghapus aplikasi bawaan sistem (bloatware) pada ponsel android (khususnya merk samsung ) secara PERMANEN.

Cara yang akan mimin jelaskan ini sangat aman serta tidak akan menyebakan kerusakan pada sistem.

Dengan catatan dijalankan sesuai prosedur.

Sebelum mimin mulai menjelaskan tutorialnya, apakah anda sudah tau apa itu bloatware…?

Bloatware adalah istilah lain dari aplikasi bawaan sistem (firmware asli ) pada ponsel android yang dikembangkan oleh produsen hape, rekanan bisnis produsen hape dan pemilik android itu sendiri yaitu GOOGLE.

Tetapi aplikasi-aplikasi tersebut tidak pernah digunakan karena memang tidak perlu atau kita tidak mengerti cara menggunakannya.

Aplikasi yang bisa termasuk Bloatware apa saja ..?

Urusan mana aplikasi yang dianggap sebagai bloatware tergantung dari kebutuhan masing-masing.

Kalau menurut mimin, aplikasi semacam Samsung Chat On, Galaxy Apps, Google Play Movie, Play Kios, Play Buku sudah termasuk bloatware.

Mengapa bloatware perlu dihapus ?

Sama seperti pertanyaan diawal tadi, itu semua tergantung dari masing-masing pengguna.

Kalau mimin sih tidak suka melihat layar ponsel yang dijejali dengan aplikasi yang tidak terpakai.

Selain merusak pemandangan mata, aplikasi-aplikasi ini juga hanya mengurangi ruang penyimpanan perangkat (ROM) saja.

Contoh : Google Hangout yang telah resmi dukungannya dihentikan oleh Google.

Aplikasi chat ini memakan ruang penyimpanan sebesar 50 MB

Apabila diponesl anda ada 10 Bloateare dan rata-rata setiap aplikasi memakan 50 MB memory, artinya ada 500 MB memory yang sia-sia.

Lumayan kan..

Alasan lainnnya..

Karena ada 2 aplikasi yang memiliki fungsi yang sama.

Contoh : Google Play Music dan Music Player Samsung, kedua aplikasi tersebut fungsinya sama sama sebagai pemutar mp3.

Berhubung mimin lebih suka Music Playernya Samsung, Google Play Music saja yang mimin hapus.

 Atau Galaxy Apps, market tempat download aplikasi khusus android galaxy

Sedangkan mimin lebih suka download aplikasi  Google Playstore karena mudah.

Cukup bermodalkan akun G-Mail  langsung bisa donwlolad.

Koleksi aplikasi Google Playstore juga lengkap.

Kalau di Galaxy Apps..?

Selain harus punya akun Google kita juga harus memiliki akun Samsung baru bisa download.

Tetapi intinya, keputusan mana aplikasi yang layak dihapus dan dibiarkan tergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna.

DISCLAIMER
Sebelum mimin lanjutkan, ada kesepakatan dulu neh yang harus kita sepakati bersama agar tidak ada masalah dikemudian hari :
  1. Pertama, segala kerusakan pada perangkat anda karena menjalankan apa yang diterangkan dalam artikel ini resikonya ditanggung sendiri  (Do With Your Own Risk), meskipun seperti pengalaman mimin, kalau dilakukan sesuai prosedur tidak akan ada masalah.
  2. Kedua, karena ponsel yang mimin gunakan sebagai bahan ujicoba adalah galaxy grand, maka untuk yang menggunakan merk lain saya tidak jamin akan berhasil, tetapi point point-nya sama saja.

Cara Menghapus (Uninstall) Bloatware Smartphone Android

Menghapus bloatware pada ponsel android bisa memakai cara yang semi permanen (sekedar dinonaktifkan) atau permanen.

#1. Cara Semi Permanen
Yang dimaksud dengan cara semi permanen adalah kita tidak perlu untuk menghapus aplikasinya, melainkan cukup dengan menon-aktifkannya saja.

Cara ini hanya bisa diterapkan pada ponsel dengan sistem operasi android versi 5 (lolipop) atau lebih baru.

Yang belum Upgrade ke Lollipop baca Panduannya di Tutorial Upgrade ke Android Versi 5

Cara menon-aktifkan aplikasi yang tidak kita perlukan adalah : buka Manajer Aplikasi pada menu pengaturan, cari aplikasi yang diinginkan lalu pilih non-aktifkan.

Dengan cara ini aplikasi akan terhapus dari layar (menu) dan tidak juga berjalan dilatar belakang.

Untuk mengaktifkannya kembali, gunakan cara yang sama tetapi lokasinya akan berada pada TAB Aplikasi Non-aktif, jadi anda tinggal pilih aplikasi dan klik tombol aktifkan.

#2. Cara Permanen
Untuk menghapous aplikasi secara permanen dari sistem.

Syarat utama nya adalah ponsel android telah di root, sedangkap perangkat yang di-Root garansinya HANGUS.

Jadi..pertimbangkan lagi sebelum lanjut (ingat perjanjian kita yaaa)...!

Bagaimana cara nge-root perangkat android ..?

Untuk nge-root ponsel android caranya cukup mudah.

Sekarang telah tersedia aplikasi untuk nge-root ponsel android langsung dari perangkat tanpa memerlukan PC, seperti : Baidu Root, Frama Root dan King Root.

Dari ketiga aplikasi tersebut mana aplikasi nge-root ponsel android yang paling baik…?,

Kalau Mimin sih merekomendasikan untuk menggunakan King Root.

Alasannya..?

Selain sukses ng-Root Hape Mimin, King Root punya kelebihan yang tidak dimiliki aplikasi sejenisnya seperti :
  • Dapat digunakan untuk ponsel dengan system operasi android versi 1 sampai Lolipop ;
  • Bisa digunakan disemua perangkat android baik itu ponsel maupun tablet ;
  • Aman karena aplikasi ini juga punya sistem perlindungan sendiri seperti contoh : kalau install aplikasi yang patch (bajakan), akan ada pemberitahuan aplikasi berbahaya.

Kekurangan King Root menurut mimin ada pada ukuran file yang diatas rata-rata aplikasi rooting yakni 17 MB, dan saat dijalankan itu memerlukan koneksi internet.

Cara Nge-Root ponsel Android Tanpa PC menggunakan King Root

  • Download KingRoot dari situs https://kingroot.net
  • Pastikan pula ponsel anda sudah disetting agar bisa menginstall aplikasi diluar playstore. Caranya : Buka menu Setting / Keamanan / Centang pada “ SUMBER TIDAK DIKETAHUI”
  • Install KingRoot, tinggal next-next saja kemudian jalankan aplikasi dengan mengklik icon KingRoot (Mahkota Raja warna biru).
Selanjutnya, klik Get now untuk memulai proses Rooting.

Ingat pastikan koneksi internet anda cukup ya.

Mimin tidak pernah mengukur jumlah data yang digunakan (karena menggunakan Wifi).



Proses rooting akan berjalan sendiri, dan jangan panik kalau tiba-tiba restart ya ..



Setalah selesai dengan proses Root, akan ada icon king user layar smartphone.

Ada juga aplikasi tambahan seperti Purify yang fungsinya untuk membersihkan sampah sistem.

Supaya yakin ponsel telah dalam kondisi di-root, gunakan aplikasi Root Checker.

Kalau mimin sih tidak perlu karena dari keterangan aplikasi sudah dibilang sukses.

Referensi :  www.kingroot.net/root-installation-via-android-apk/

Pasang Aplikasi Uninstaller

Ponsel telah di-root sehingga kita bisa utak atik sistem.

Langkah selanjutnya adalah menghapus aplikasi yang tidak kita inginkan.
  • Pertama download aplikasi System App Remover di Palystore
  • Klik icon aplikasi System App Remover yang ditandai dengan Icon tong sampah warna merah.Tampilan aplikasinya akan tampak seperti gambar berikut :


  • Buka menu aplikasi dengan mengklik tombol hijau pada pojok kiri atas, atau swipe layar kekiri
  • Pilih aplikasi sistem, kemudian centang aplikasi yang diinginkan dan cabut pemasangan ;
  • Selesai
PENTING...

Hapus aplikasi yang hanya memiliki keterangan Bisa Dihapus saja serta abaikan aplikasi yang lain.

Berbeda dengan gambar diatas, dalam percobaan yang mimin lakukan pada Galaxy Grand Duos, aplikasi google tidak memiliki keterangan Bisa Dihapus tetapi Harus Tetap Ada.

Tetapi setelah mimin coba hapus Bloatware seperti: Google Chrome, Google Play Music, Play Buku dll, ponsel mimin baik-baik saja dan tidak ada kerusakan pada sistem yang dikhawatirkan.

Sebenarnya aplikasi yang telah di Uninstall dengan System App Remover masih bisa dikembalikan lagi dengan cara merestorenya dari Recycle Bin.

SEKIAN..

Itulah pembaca semua penjelasan tentang pengalaman mimin menghapus bloatware dari ponsel android.

Sebagai penutup mimin kembali mengingatkan untuk berhati hati dalam memilih aplikasi yang akan dihapus, jangan sampai aplikasi penting ikut terhapus juga, itu saja sih   intinya.

Suka dengan artikel ini..?, jangan lupa untuk like dan share yaaa, agar ilmu yang anda dapat dari artikel ini BERKAH..Toeeeeng


Sumber : http://banggras.blogspot.co.id/
Read More